Telkom Indonesia

Agree Market (B2B)

Sebagai satu-satunya designer di tim Agree Market, saya ngebenerin problem fundamental: platform lama buatan third party sempat “nganggur” karena minim mockup reference dan nggak nyambung ke product or technical constraints. Saya masuk dengan design thinking process, stakeholder & user interviews, heuristic evaluation untuk evaluasi platform pembanding, lalu bangun flow MVP, service blueprint, dan design kit sampai iterasi evaluasi kedua dengan penurunan usability issues ~70%.

Role: Product DesignerB2B MarketplaceDesign ThinkingHeuristic EvaluationPrototyping

Background

Agree Market adalah B2B marketplace di bawah Agree Tribe (Telkom Indonesia) untuk menghubungkan petani lokal dengan perusahaan atau mitra bisnis. Saya join sebagai satu-satunya designer di tim: ngerjain UI/UX, research, dan bantu shaping business flow.

Problem: platform sebelumnya “jadi tapi nggak kepake”

Sebelum saya masuk, platform dibangun vendor third party dengan:

  • mockup reference minim
  • gap antara design dan technical constraints
  • flow tidak sesuai kebutuhan bisnis
    Akibatnya platform ditinggalkan/kurang terpakai.
“Kalau design nggak nyambung ke constraints, produk bisa jadi ‘selesai’ tapi tetap nggak kepake.”

Step 1 Understanding

Saya mulai dari initial interviews:

  • stakeholder interviews: visi atau misi, target business process
  • calon/potential users: goals, motivations, pain points
    Outputnya saya bentuk jadi persona dan kebutuhan fitur yang realistis.

Step 2 Evaluating existing solution

Karena time constraint, PM memilih leverage platform existing yang “mirip” secara business process. Tapi supaya nggak copy masalah, saya lakukan heuristic evaluation dulu untuk mendeteksi issue yang bakal kebawa.

Step 3 Flow MVP dan Service Blueprint

Dari issue heuristics dan customer journey platform pembanding, saya rancang:

  • flow yang lebih match ke user pain points
  • scope MVP berdasarkan urgency + feasibility
  • service blueprint untuk memastikan frontstage/backstage nyambung.

Step 4 Ideation & alignment

Untuk mempercepat ide yang feasible:

  • Crazy 8s bareng designers squad lain (Miro)
  • grooming session bareng PM dan dev untuk align intention & constraints
  • brown-bag untuk knowledge share & decision log

Step 5 Prototyping

Karena butuh konsistensi lintas modul, saya adapt design kit Agree Tribe lalu bikin custom kit untuk Agree Market (theme dan component tambahan).

Prototyping approach:

  • lo-fi untuk cepat validasi flow (kalau needed)
  • hi-fi untuk detail UI states & interactions
  • clickable prototype untuk mini UT and dev clarity

Development & Iteration

Saya dampingin FE & BE buat memastikan missing interactions ke-cover. Lalu lakukan heuristic evaluation kedua di environment dev/stage untuk ngecek perbaikan vs temuan awal.

Outcome: usability issues turun signifikan (~70%) dan flow lebih siap dipakai.