Background
Agree Market adalah B2B marketplace di bawah Agree Tribe (Telkom Indonesia) untuk menghubungkan petani lokal dengan perusahaan atau mitra bisnis. Saya join sebagai satu-satunya designer di tim: ngerjain UI/UX, research, dan bantu shaping business flow.
Problem: platform sebelumnya “jadi tapi nggak kepake”
Sebelum saya masuk, platform dibangun vendor third party dengan:
- mockup reference minim
- gap antara design dan technical constraints
- flow tidak sesuai kebutuhan bisnis
Akibatnya platform ditinggalkan/kurang terpakai.
“Kalau design nggak nyambung ke constraints, produk bisa jadi ‘selesai’ tapi tetap nggak kepake.”
Step 1 Understanding
Saya mulai dari initial interviews:
- stakeholder interviews: visi atau misi, target business process
- calon/potential users: goals, motivations, pain points
Outputnya saya bentuk jadi persona dan kebutuhan fitur yang realistis.
Step 2 Evaluating existing solution
Karena time constraint, PM memilih leverage platform existing yang “mirip” secara business process. Tapi supaya nggak copy masalah, saya lakukan heuristic evaluation dulu untuk mendeteksi issue yang bakal kebawa.
Step 3 Flow MVP dan Service Blueprint
Dari issue heuristics dan customer journey platform pembanding, saya rancang:
- flow yang lebih match ke user pain points
- scope MVP berdasarkan urgency + feasibility
- service blueprint untuk memastikan frontstage/backstage nyambung.
Step 4 Ideation & alignment
Untuk mempercepat ide yang feasible:
- Crazy 8s bareng designers squad lain (Miro)
- grooming session bareng PM dan dev untuk align intention & constraints
- brown-bag untuk knowledge share & decision log
Step 5 Prototyping
Karena butuh konsistensi lintas modul, saya adapt design kit Agree Tribe lalu bikin custom kit untuk Agree Market (theme dan component tambahan).
Prototyping approach:
- lo-fi untuk cepat validasi flow (kalau needed)
- hi-fi untuk detail UI states & interactions
- clickable prototype untuk mini UT and dev clarity
Development & Iteration
Saya dampingin FE & BE buat memastikan missing interactions ke-cover. Lalu lakukan heuristic evaluation kedua di environment dev/stage untuk ngecek perbaikan vs temuan awal.
Outcome: usability issues turun signifikan (~70%) dan flow lebih siap dipakai.
